JUPITER dan ROULETTES Kembali Berkolaborasi untuk Memberikan Gagasan Kerjasama Baru

01 SMEE 2017 YOGYAKARTA - Menyusul dari kunjungan yang dilakukan oleh empat anggota Tim Jupiter Aerobatic (JAT) ke Central Flying School (CFS) di RAAF Base East Sale pada tahun 2016, dua instruktur CFS melakukan kunjungan balasan ke Wingdik Terbang, Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta pada 22 sampai dengan 26 Mei. Komandan CFS, Letkol Udara Roland Morscheck “Arnie”, kali ini merupakan kunjungan ketiga ke Wingdik Terbang dan didampingi oleh instruktur terbang CFS, Kapten Udara Steven English “Aladdin 53″. Keduanya sebelumnya pernah terbang bersama tim aerobatik elit Angkatan Udara Australia (RAAF), Roulettes. Kunjungan ini merupakan hanya satu dari beberapa kegiatan CFS / Wingdik Terbang yang direncanakan pada tahun 2017.
Pelatihan Subject Matter Expert Exchange (SMEE) yang berlangsung selama empat dipimpin oleh Komandan Wingdik Terbang, Letkol H.M. Kisha “Razor”. Saat pelatihan Letkol Udara Morscheck dan Kapten Udara Inggris membahas seputar formasi aerobatik dan berdiskusi cara untuk memajukan hubungan antara CFS dan Wingdik Terbang, serta bertukar teknik dan gagasan instruksional antara kedua satuan tersebut. 02 SMEE 2017
Pada hari ketiga, Letkol Morscheck dan Kapten English mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk bersama-sama terbang dengan para instruktur Wingdik Terbang, baik dengan anggota atau mantan anggota JAT. Kegiatan terbang bersama ini dilakukan untuk lebih mengembangkan kerjasama dan pemahaman antara kedua satuan tersebut. Selama dua sortie tersebut, anggota-anggota RAAF memahami perbedaan kinerja antara KT 1B Wong Bee, yang digunakan oleh JAT, dan Roulettes PC-9. “Memahami persamaan antara kedua pesawat terbang ini, formasi terbang, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan manuver yang rumit ini, menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Saya tahu persis dimana mencarinya karena manuver yang lebih sulit sangat mirip dengan yang dilakukan oleh Roulettes “, jelas Kapten English. 03 SMEE 2017
Kunjungan tersebut dinilai berhasil oleh semua pihak yang terlibat dan kedua satuan akan berupaya terus untuk memperkuat hubungan militer kita, tidak hanya antara CFS dan Wingdik Terbang namun juga hubungan antara Angkatan Udara Indonesia dan RAAF. 04 SMEE 2017

 

JUPITER AND ROULETTES 

 

YOGYAKARTA - Following on from a successful visit by four Indonesian Jupiter Aerobatic Team (JAT) members to the Central Flying School (CFS) at RAAF Base East Sale in 2016, two CFS instructors conducted a visit to the Indonesian Flying School (Wingdikterbang), Adi Sucipto Air Base, Yogyakarta on 22 – 26 May. The CFS Commanding Officer, WGCDR Roland Morscheck “Arnie”, who was conducting his third visit to Wingdikterbang, was accompanied by CFS flying instructor, FLTLT Steven English “Aladdin 53”, both of whom have previously flown with the elite RAAF Aerobatics Team, the Roulettes. This is the first of the planned joint CFS/Wingdikterbang activities in 2017.

During the four day Subject Matter Expert Exchange (SMEE), hosted by the Wingdikterbang Commanding Officer, LTCOL H.M. Kisha “Razor”, WGCDR Morscheck and FLTLT English discussed formation aerobatics and worked towards progressing the CFS/Wingdikterbang relationship, as well as exchanging instructional techniques and ideas between the two units.

On the third day of the visit, WGCDR Morscheck and FLTLT English had the opportunity to fly with Wingdikterbang instructors, who are either current or former JAT members, to further develop cooperation and understanding between the two units. During the two sorties, the RAAF members were able to experience the performance differences between the KT 1B Wong Bee, which is used by the JAT, and the Roulettes PC-9. “Experiencing the similarities between these aircraft, the flying format of the display, and the skills required to conduct these intricate manoeuvres, was a particular highlight. I knew where to look as the more difficult portions of the display were very similar to the Roulettes”, explained FLTLT English.

The visit was assessed as a success by all those involved and will go a long way to strengthening what are already strong military relations, not only between CFS and Wingdikterbang but between both the Indonesian Air Force and the RAAF. 

Leave a Reply

*