JISC 2017 – Memperkokoh Hubungan Intelijen untuk Menghadapi Ancaman Bersama

JISC 2017 JAKARTA – Rapat tahunan Joint Intelligence Sub Committee (JISC) telah diselenggarakan dengan lancar dan sukses pada tanggal 10 Juli 2017. Tahun ini, rapat tersebut diketuai bersama oleh Director Defence Intelligence Organisation (DDIO), MAJGEN Matt Hall dan Asintel Panglima TNI, MAYJEN TNI Benny Indra Pujihastono.
JISC merupakan rapat komite bilateral tahunan yang dilaksanakan dibawah Kerangka Pemahaman antara Angkatan Bersenjata Australia (ADF) dan TNI yang telah ditanda-tangani di Jakarta pada tanggal 19 November 2012. JISC berbentuk pertemuan bilateral yang sangat penting karena membahas dan menyetujui kegiatan yang bersifat intelijen antara ADF dan TNI setiap tahun, serta menentukan langkah untuk komitmen bersama di masa depan.

 

Selain Asintel Panglima TNI (yang diwakili oleh Waasintel Panglima TNI, BRIGJEN TNI Andjar Wiratma), delegasi TNI untuk JISC melibatkan sejumlah perwira yang memiliki pemahaman yang sangat mendalam akan hubungan intelijen militer kita, termasuk Kolonel Agus Reynaldi, Kolonel Eka Satari, Kolonel Ishak Sjam, Kolonel Fritz Pasaribu, Kolonel Steverly Parengkuan, Kolonel Andi Kustoro dan Kolonel Syamsul.

 

Rapat JISC berlanjut dengan lancar dan melibatkan serangkaian diskusi tentang kegiatan intelijen bilateral yang akan dilaksanakan baik di Indonesia maupun di Australia di masa depan. Kedua belah pihak memberikan paparan tentang ancaman para pejuang teror yang sudah dan akan kembali ke tempat asalnya (returning foreign terrorist fighters) dan bagaimana caranya untuk menangani ancaman tersebut. Kedua brifing itu diterima dengan baik dan menjadi sumber diskusi yang lebih lanjut. Program JISC diakhiri secara formal dengan acara makan malam bersama di Restaurant Bunga Rampai yang dituanrumahi oleh MAYJEN TNI Pujihastono. Kegiatan yang santai tersebut memberi kesempatan yang baik untuk diskusi yang lebih santai dan membagi cerita tentang pengalaman di Indonesia dan Australia. 

 

Keesokan paginya, MAJGEN Hall diterima di Mabes Bais di Kalibata dalm rangka melaksanakan courtesy call dengan Wakabais, Marsma Donny Hermawan. Pada pertemuan tersebut, DDIO membagi hasil dari rapat JISC dan menjelaskan jadwal kegiatan intelijen dengan staf Bais di masa depan. Menyusul diskusi tentang ancaman keamanan di kawasan Asia Tenggara dan cara-cara terbaik untuk menghadapi tantangan itu, DDIO ijin pamit dan pulang ke Australia. 

 

Sebagai DDIO yang baru, MAJGEN Hall sangat menghargai kesempatan berkunjung ke Indonesia untuk mengikuti rapat JISC serta bertemu secara formal dengan Asintel Panglima TNI dan Wakabais. Forum JISC terus-menerus membuktikan betapa pentingnya kerjasama di bidang intelijen untuk meghadapi ancaman yang berdampak terhadap kedua negara kita. 

 

Leave a Reply

*