2018 JOCIT-I: Sukses Saling Bertukar Keterampilan Militer dan Meningkatkan Hubungan Antar Personil TNI-AD dan AD Australia

01 JOCIT Indonesia 2018 CIPATAT – Latma Junior Officer Combat Instructor Training – Indonesia (JOCIT – I) dilaksanakan dengan lancar, sukses dan penuh semangat di Pusat Pendidikan Infantri (Pusdikif), Cipatat pada 9 hingga 21 April lalu. Tujuan utama JOCIT-I adalah memperkuat kerjasama bilateral antara TNI-AD dan AD Australia melalui pembinaan profesional untuk para perwira muda dan bintara dalam bidang: Pertempuran di daerah perkotaan (Military Operations in Urban Terrain (MOUT)); Teknik Menembak Jarak Dekat (Close Quarter Shooting Techniques (CQST)); Pertempuran malam hari dan pertolongan pertama untuk korban lapangan (night fighting operations and Care of the Battle Casualty (CBC)). Tahun 2018 adalah kali pertama diadakan latihan tempur malam hari. Penambahan latihan ini membuktikan kemajuan hubungan bilateral antara dua negara sahabat.
19 instruktur AD Australia dari Combat Training Centre (CTC) – Jungle Training Wing (JTW) bekerja sama dengan instruktur dari Pusdikif untuk melaksanakan pelatihan kelas dunia. Adanya kolaborasi antara instruktur CTC-JTW dan Pusdikif menghasilkan jadwal latihan militer yang produktif selama dua minggu.

Seperti tahun-tahun yang lalu, JOCIT-I melakukan pelatihan MOUT untuk peserta TNI-AD, yang melibatkan 96 peserta berpangkat serda hingga kapten. Selain itu terdapat pelatihan TRUEGRIT yang merupakan kegiatan kelompok yang sangat baik untuk menghasilkan kerjasama antara instruktur dan peserta kedua angkatan darat dalam menanggulangi rintangan fisik yang dilaksanakan di Pusdikif.

02 JOCIT Indonesia 2018
Disamping berbagi keterampilan operasional, JOCIT-I adalah kesempatan yang sangat baik bagi kedua anggota pasukan untuk menjalin persabahatan, bersosialisasi dan saling belajar yang menciptkan dan memupuk hubungan bilateral kedua angakatan kita.  Kegiatan pelatihan bersama seperti ini diharapkan dapat membantu di masa depan dengan meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Australia saat menghadapi ancaman bersama. 

Pelatihan JOCIT-I tahun ini dibarengi dengan kunjungan resmi ke Pusdikif oleh Kolonel Matthew Richardson yang didampingi oleh Regimental Sergeant Major (RSM) Sertu Darat Mark Retallick. Puncak latihan mendemonstrasikan keterampilan tingkat tinggi secara taktik, teknik dan prosedur yang hebat melibatkan kombinasi mendekati, menyerbu dan melumpuhkan sasaran pada berbagai tingkat kerumitan, dilakukan secara tempur berjalan kaki dan bermekanis. 

 03 JOCIT Indonesia 2018
Usai pelatihan JOCIT-I 2018, ada keperluan yang sangat sulit dan berat, yaitu memilih 34 prajurit yang terbaik antara 96 para peserta. Para prajurit yang dipilih akan menjalankan latihan mereka di Australia. Danpussenif, MAYJEN TNI Suwahardi dihormati dengan kesempatan untuk memasang brevit JOCIT-I di seragam para peserta TNI AD masing-masing dalam upacara penutupan.Tujuan JOCIT-Australia akan menjadi cara pertemuran gabungan, cara pertempuran mekanis yang akan dilaksanakan di Tully, Line Creek Junction dan Townsville pada tanggal 1 – 14 Juli. Tim CTC dengan senang hati menantikan kedatangan sahabat dan saudara TNI AD di Australia.Usai pelatihan JOCIT-I 2018, merupakan tahap yang sulit dan berat untuk memilih 34 peserta terbaik dari 96 peserta yang akan melanjutkan pelatihan JOCIT di Australia. DANPUSSENIF, Mayjen TNI Suwahardi mendapatkan kehormatan untuk menyematkan brevet untuk seluruh peserta TNI-AD saat upacara penutupan JOCIT-I.

Fokus utama JOCIT-Australia adalah Combined Arms, Mechanised Urban Package yang akan diselenggarakan di Tully Training Area (TTA) dan Line Creek Junction (LCJ), Townsville yang direncanakan diadakan pada tanggal 1-14 Juli. CTC menantikan untuk menyambut sahabat-sahabat barunya saat berkunjung untuk mengikuti latihan bersama JOCIT-A

 

ENGLISH VERSION

 

CIPATAT – The 2018 Junior Officer Combat Instructor Training – Indonesia (JOCIT-I) was conducted successfully and enthusiastically at the Infantry Education Centre (Pusdikif), Cipatat over 09 – 21 April. JOCIT-I aimed at enhancing the Australian and Indonesian Army’s bilateral relationship through the professional development of young Officers and Non-Commissioned Officers, focusing on Military Operations in Urban Terrain (MOUT); Close Quarter Shooting Techniques (CQST); night fighting operations and Care of the Battle Casualty (CBC). The inclusion of night fighting for the 2018 iteration of JOCIT-I was a highlight and displayed continued development of our relationship and increased sharing of capabilities. 

JOCIT-I is supported by 19 trainers and support staff from the Australian Army’s Combat Training Centre (CTC) – Jungle Training Wing (JTW), working with their TNI AD counterparts from Pusdikif to deliver a world class training package. The combination of CTC-JTW staff with the TNI-AD trainers in Pusdikif resulted in a busy schedule of excellent and productive military exercises over two weeks. 

As in previous years, JOCIT-I provided an opportunity for 96 TNI-AD infantry soldiers (rank of sergeant to captain) to carry out MOUT training in Indonesia. Exercise TRUEGRIT was again, an excellent team based activity that saw the Australian and TNI Instructors and participants working together and being physically challenged through the comprehensive obstacle course at Pusdikif. 

In addition to sharing operational skills, JOCIT-I is an excellent opportunity for members of both armies to forge friendships, socialise, and learn from each other which creates and fosters bilateral relations between our two great countries. Joint training activities such as this are expected to assist in the future by enhancing cooperation between Indonesia and Australia when overcoming common threats. 

This year JOCIT-I included an official visit to Pusdikif by Commander Combat Training Centre (CTC), COL Matthew Richardson and his Regimental Sergeant Major (RSM) WO1 Mark Retallick. The JOCIT-I culminating activity was a great display of tactics, techniques and procedures involving a combination of dismounted and mechanised troops assaulting and clearing a complex, multi-level objective. 

On completion of training, it was a very challenging decision to select the best 34 trainees out of the 96 participants who will be continuing their training in Australia. DANPUSSENIF was given the honour of issuing JOCIT-I brevets to all the TNI AD participants during the closing ceremony. 

The focus for JOCIT-Australia will be a Combined Arms, Mechanised urban package run in Tully Training Area (TTA) and Line Creek Junction (LCJ), Townsville and will be conducted over 1-14 July.  CTC looks forward to being able to host their TNI AD brothers in Australia.

Leave a Reply

*