Latihan Menyelam Regional WPNS 2018 Melibatkan Berbagai Negara Pengamat

01 Divex 2018 CRESWELL - Delapan penyelam dari TNI-AL melaksanakan kerja sama dengan Angkatan Laut Australia bersama Angkatan Laut dari negara sahabat lainnya dalam upaya melawan ancaman yang sulit terhadap kemaritiman. Tahun ini Western Pacific Naval Symposium Mine Countermeasures and Diving Exercise (WPNS DIVEX 18) memberikan kesempatan langka untuk 18 negara untuk berkumpul dan saling berbagi pengalaman masing-masing negara.  
Bagi negara-negara yang turut berpartisipasi dalam latihan, kegiatan ini juga menyediakan peluang untuk negara yang berpartisipasi sebagai pengamat untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam dari rangkaian kegiatan pelatihan tersebut. Termasuk diantaranya adalah penyebaran penyelam penanggulangan tambang, penggunaan kendaraan otonom bawah laut, penghancuran ranjau dan penyelamatan eksploitasi tambang.WPNS DIVEX 18 diselenggarakan oleh Angkatan Laut Australia di Creswell antara 7 – 18 Mei. Namun, latihan ini dijalankan dengan kerjasama multilateral dari berbagai negara.

Negara pengamat yang hadir di Creswell diantaranya adalah Bangladesh, Brunei, Kamboja, Malaysia, Meksiko, Pakistan, Papua Nugini, Thailand dan Tonga.

Commander Australian Mine Warefare and Clearance Diving Squadron Brett Dawe mengatakan bahwa setiap negara yang hadir telah datang dengan siap untuk berpartisipasi.

“Kami tidak sering mendapatkan 18 negara berkumpul bersama untuk saling bekerja sama. Tapi kegiatan ini bukan hanya untuk bekerja, ada banyak kesenangan juga dan kami memiliki hari olahraga, api unggun di tenda desa dan kegiatan lain yang telah membentuk persahabatan dan kemitraan yang kuat”, ujarnya.

02 Divex 2018
“Secara logistik ini merupakan tantangan besar. Kami memiliki 40 tenda terpisah dan kami harus menyediakan konsumsi untuk lebih dari 160 peserta, tapi seluruh negara ikut berperan serta”, Letkol Laut Dawe menambahkan.

 

Australia telah menjadi anggota WPNS sejak kegiatan pertama di Sydney pada tahun 1988. Forum ini merupakan kegiatan penting untuk angkatan laut regional guna membahas berbagai masalah keamanan regional dan langkah-langkah untuk meningkatkan kerja sama dan interoperabilitas.

 

 

ENGLISH VERSION 

 

CRESWELL - 8 divers from the TNI-AL are enjoying a valuable opportunity to work with Australia’s Navy and our regional allies against a potentially deadly threat to shipping. This year’s Western Pacific Naval Symposium Mine Countermeasures and Diving Exercise (WPNS DIVEX 18) is providing a rare opportunity for 18 nations to come together and learn from each other’s experiences.

As well as the countries directly taking part in the exercises, it also provides for a group of observer nations to gain detailed insights into a wide array of activities. These include the deployment of mine countermeasures divers, the use of autonomous underwater vehicles, live demolitions and mine exploitation activities.

WPNS DIVEX 18 is being hosted by the Royal Australian Navy at HMAS Creswell between 7-18 May. However, the exercise is being run with multi-lateral co-operation from a range of participants.

Observer nations in attendance at Creswell included Bangladesh, Brunei, Cambodia, Malaysia, Mexico, Pakistan, Papua New Guinea, Thailand and Tonga.

Commander Australian Mine Warfare and Clearance Diving Squadron Brett Dawe said that all of those attending had come prepared and ready to engage.

“We don’t often get 18 nations together to have the opportunity to work jointly. But it’s not just work, there is a lot of fun too and we’ve had a sports day, bonfires at the tent village and other activities that allows us to form firm friendships and partnerships,” he said.

“Logistically it’s been a big challenge. We have 40 separate tents and we’re feeding over 160 people, but everyone from all of the nations has chipped in to make it possible,” CMDR Dawe added.

Australia has been a member of the WPNS since the inaugural meeting in Sydney in 1988. The forum is an important gathering of regional navies to discuss a broad range of regional security issues and progress measures to improve cooperation and interoperability.

 


Leave a Reply

*