Australia Indonesia Peringati 25 Tahun Kerja Sama Pasukan Khusus

 01 Dawn Komodo 2018 BATUJAJAR - Tiga bagian dari Latma Dawn Komodo 2018 (DK18) yaitu Dawn, Pegasus dan Griffin Komodo, serta peringatan Kerja Sama Pasukan Khusus Australia dan Indonesia (AUSINDO SOF) ke- 25 telah dilaksanakan dengan sukses dan megah di Pusdiklatpassus, Batujajar pada 8 hingga 20 Juli 2018. Sekitar 30 anggota Kopassus dari Sat-81 (Gultor), grup 1, 2 dan 3 bergabung dengan anggota dari Special Air Service Regiment (SASR), Special Operations Engineer Regiment (SOER) serta dua anggota Parachute Training School (PTS) dalam pelaksanaan Latma DK18 ini.
Selain memperingati HUT ke-25 AUSINDO SOF, tahun ini Latma DK sangat unik dengan diadakan pertama kalinya enam latihan terjun payung (Military Free Fall) yang menggunakan pesawat militer Australia C-27 J SPARTAN dari Angkatan Udara Australia (RAAF). Sebelumnya, pada Latma ini tidak ada pesawat RAAF yang dapat mendarat di Lanud Suparlan yang terletak di Pusdiklatpassus karena lanud tersebut belum pernah disurvei dengan resmi. Untungnya salah satu anggota Australia yang ikut serta dalam latma tersebut adalah ahli landas pacu, maka sebelum Latma DK18 dimulai, dia melakukan survei dan membuat laporan resmi yang disetujui oleh Markas besar RAAF.  02 Dawn Komodo 2018
Minggu Pertama

Latma DK18 dibuka secara resmi oleh perwakilan dari Komandan Pusdiklatpassus dan Atase Angkatan Darat Australia Kolonel Infanteri Matt Campbell. Usai upacara, dilaksanakan peninjauan fasilitas Pusdiklatpassus sebelum dilaksanakan kegiatan DK18.

 03 Dawn Komodo 2018
Dawn Komodo (DK18) terdiri dari angotta SASR dan Sat-81, grup 1, 2 dan 3 memfokuskan pada latihan tembak statik (Static shooting), pelatihan pertempuran jarak dekat (close quarter battle) dan tembak jarak jauh (Sniping). Latihan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan dasar pasukan khusus dan seringkali memuncak dengan tantangan yang selalu menarik dan mendekatkan pertemanan antar peserta. Para peserta mempelajari tentang perbedaan taktis, peralataan dan cara operasi antar kedua satuan dan juga memberikan kesempatan untuk saling bertukar perlengkapan dan senjata untuk dapat mencoba menggunakannya.  Peserta DK18 ini diuji dengan ‘full mission profile’ (FMP) yang secara sigap langsung dapat bekerja sama dan menyelamatkan beberapa sandera yang disandera oleh kelompok terorsime. Latihan ini sangat sulit dan sangat teknis karena terdapat empat tim dari kedua satuannya serta melibatkan kendaraan anti-terror dan anjing penyerbu yang harus menemukan para sandera di sarang musuh tanpa diberikan kesempatan sebelumnya untuk membuat rencana atau berlatih bersama. Kedua satuan belajar banyak tentang perbedaan dan bagaimana menghadapi serangan dan ancaman. Latihan ini dinilai sangat bagus untuk berinovasi agar dapat meningkatkan kerjasama kedua satuan.  04 Dawn Komodo 2018
Pegasus Komodo (PK18) terdiri dari anggota SASR, dua anggota PTS dan lima anggota Kopassus, latihan ini dimulai dengan tur keliling sekolah para dan meninjau fasilitas para seperti lokasi drop zone yang terletak di Lanud Suparlan, serta Vertical Wind Tunnel (VWT). Latihan darat dilakukan (ground training) sebagai persiapan untuk terjun paying, dimana peserta juga mendapatkan informasi tentang spotting (cara memperkirakan posisi pelepasan penerjun dari pesawat), navigasi, komunikasi, tugas jump master, proses exit pesawat, cara membuka dan pelipatan parasut serta mengatasi kondisi darurat. Para peserta juga saling bertukar pengalaman para. PK18 juga memberikan pelatihan High Altitude Parachute Operations (HAPO) lengkap dengan informasi tentang spotting dan konsep HAPO untuk operasi militer. Para peserta melakukan latihan free fall di VWT selama satu setengah jam pada minggu terakhir pelatihan. Pelatihan PK18 sangat penting untuk mempersiapkan para peserta yang akan melakukan latihan free fall pada minggu kedua.  05 Dawn Komodo 2018
Griffin Komodo sekitar 15 anggota dari Special Operations Engineer Regiment (SOER) dan Sat 81 – Kopassus mengikuti latihan ini. Latihan bersama ini berfokus pada keterampilan Explosive Ordinance Disposal (EOD) dan pelatihan satwa anjing militer Kopassus untuk mengasah keterampilan melacak bahan peledak atau Explosive Detection Dog (EDD) serta keterampilan menyerbu musuh (Attack Dog). Selama minggu pertama, peserta dari SOER dan Kopassus saling bertukar pengalaman seputar perlengkapan dan peralatan termasuk penghancur bahan peledak (disruptors). Latihan lain yang dilaksanakan adalah proses prekrutan satwa anjing militer termasuk pelatihan EDD untuk melacak dan mendeteksi bahan peledak dalam koper dan mebel, terutama bahan yang dikubur dalam tanah, serta pelatihan penyerangan terhadap musuh yang tidak mematikan.  06 Dawn Komodo 2018
Pelatihan yang dilaksanakan selama satu minggu, para peserta melakukan olahraga sambil bernyanyi setiap pagi. Mereka juga ikut serta dalam pertandingan sepak bola, voli dan bola basket. Para peserta terlihat sangat menikmati kegiatan ini. Pada hari Jumat terdapat dua latihan penting lainnya yaitu latihan lempar pisau dan kapak. Para peserta berlatih untuk melumpuhkan musuh dengan cara senyap. Mereka jug melakukan pelatihan survival dengan mengajarkan jenis pohon hutan yang dapat dimakan maupun yang dapat digunakan sebagai racun, tak luput pelatihan untuk mematikan dan memasak ular.  07 Dawn Komodo 2018
Minggu KeduaPelatihan tahun ini terlihat unik dibandingkan latma sebelumnya karena ini kali pertama latma DK melaksanakan enam latihan free fall menggunakan pesawat militer Australia C-27 J SPARTAN. Giat free fall ini melibatkan 20 anggota SASR dan Kopassus termasuk Dansat Sat-81 Letkol Yudha Airlangga dan Danlat Mayor Rizky Marlon serta Komandan 1 Sqn SASR Mayor Neil. Setiap tahun, latihan free fall ini selalu mengembangkan tingkat kerumitan dan diakhiri dengan friendship jump. Tahun ini mereka melakukan friendship jump dengan membawa bendera negara masing-masing serta bendera HUT ke-25 Kerja Sama Pasukan Khusus AUSINDO saat upacara peringatan HUT tersebut pada tanggal 19 Juli 2018 di Lanud Suparlan, Pusdiklatpassus Batujajar. Perayaan tersebut juga dilengkapi dengan demonstrasi anti-teror oleh gabungan anggota SARS dan Kopassus. Terlihat hadir ditengah-tengah tamu undangan adalah Danjen Kopassus Mayjen TNI Eko Margiyono dan SOCAUST Mayjen Findlay.  08 Dawn Komodo 2018
Dalam pidato penutupan Latma DK18, kedua Jenderal mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan menekankan pentingnya mengingat kerja sama pasukan khusus Australia Indonesia yang sudah terjalin selama 25 tahun. Acara malam hari lanjutkan dengan makan malam bersama dimana dilakukan pertukaran cinderamata oleh kedua pemimpin pasukan khusus.  09 Dawn Komodo 2018
Latihan bersama Dawn, Pegasus dan Griffin Komodo 18 serta peringatan ke-25 Kerja Sama Pasukan Khusus Australia Indonesia telah mencerminkan betapa kokohnya hubungan kedua pasukan kita. Mereka telah menunjukkan dengan jelas bahwa kedua negara dapat saling bekerjsama menghadapi masalah bersama di masa depan. Hubungan ini pada 25 tahun selanjutnya akan terus menjadi hubungan terdekat dan terkuat di kawasan bersama kita.

KOMANDO!

 10 Dawn Komodo 2018

Leave a Reply

*