Pasukan Khusus Indonesia Australia Perkuat Persahabatan Melalui Latihan Bersama Dawn Komodo dan Dusk Kookaburra

 01 Dawn Komodo 2018 INDONESIA & AUSTRALIA - Beberapa tahun terakhir ini, latihan bersama Dawn Komodo dan Dusk Kookaburra melibatkan tiga seri pelatihan yaitu Komodo, Griffin dan Pegasus. Dawn Komodo dilaksanakan di Pusdiklatpassus, Batujajar pada 8 hingga 20 Juli 2018 dengan semangat tinggi dan penuh persahabatan. Sedangkan Dusk Kookaburra 2018 dilaksanakan pada 19 hingga 30 November di Sydney dan Perth.  
Delegasi Australia terdiri dari pasukan Special Air Service Regiment (SASR), Special Operations Engineer Regiment (SOER) dan Parachute Training School (PTS). Sementara itu, delegasi Indonesia terdiri dari Satuan-81 (Gultor), Kopassus Grup 1, 2 dan 3. Latma ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk dapat saling bertukar pengalaman dan keterampilan antar dua negara sahabat kita.     02 Dawn Komodo 2018
Salah satu kegiatan yang luar biasa dari DK18 adalah keterlibatan pesawat C-27J Spartan dari Angkatan Udara Australia (RAAF) saat mendukung kedua pasukan kita melaksanakan Military Free Fall (MFF). Kami sangat berterima kasih kepada para sahabat TNI yang telah mengizinkan melakukan kegiatan ini.  Ini merupkan kali pertama pesawat Australia mendarat dan lepas landas di Lanud Suparlan di Batujajar.      03 Dawn Komodo 2018
Fokus latihan ini untuk peserta SASR dan Kopassus adalah keterampilan gultor. Agar mencapai keberhasilan latma, para peserta saling bertukar pengalaman dan taktis di bidang tembak jarak dekat (CQB) maupun jauh, pendekatan sasaran, dan pelaksanaan kegiatan Full Mission Profile (FMP) yang melibatkan anjing penyerbu.    04 Dawn Komodo 2018
Para peserta dari PTS bekerja dengan para sahabat Kopassus dalam bidang MFF. Kompleksitas latma tahun ini ditingkatkan dengan penggunaan pesawat C-27J dari Royal Australian Air Force (RAAF). Guna meningkatkan keterampilan dan kerja sama, terdapat kesempatan untuk saling bertukar pengalaman MFF. Latihan ini dimulai dengan latihan di darat ‘ground training’, kemudian dilanjutkan dengan Vertical Wind Tunnel (VWT) dan ditutup dengan MFF menggunakan pesawat C27J. Pasukan Australia beruntung dapat mengulang latihan VWT tahun ini, karena merupakan salah satu fasilitas militer yang belum mereka miliki.    05 Dusk Kookaburra 2018
Latihan bersama Griffin Komodo berfokus pada pelatihan Explosive Detection Dogs (EDD) dan Explosive Ordnance Disposal (EOD). Pelatihan bidang ini terus-menerus menjadi tantangan untuk kedua pasukan khusus kita. Selalu muncul teknologi baru atau cara penggunaan bom rakitan baru. Kedua belah pihak harus terus saling belajar dari rekan dan mitranya. Peserta SOER dan Kopassus saling bertukar pengalaman dan keterampilan dalam menggunakan perlengkapan dan peralatan termasuk penghancur bahan peledak (disruptors), pakaian pelindung bahan peledak (bomb suit) serta cara-cara untuk mengamankan bahan peledak dari jarak jauh. Pelatihan EDD berfokus pada peningkatan kemampuan anjing pelacak dalam mendeteksi bahan peledak yang tersembunyi di dalam koper, mebel dan terkubur dalam tanah.    06 Dawn Komodo 2018
Seperti yang telah dilaksanakan di Indonesia, latma Kookaburra di Australia menuju meperkuat kerja sama dan keterampilan yang sudah dilaksanakan di Indonesia. Para peserta dari Kopassus, SASR dan SOER kerja sama untuk tukar-menukar keterampilan dan pengalaman dalam bidang CQB, EOD, EDD dan MFF. Selain itu, terdapat  kesempatan untuk latihan menyelam militer. Ini merupakan salah satu kesempatan sahabat Kopassus kami melakukan menyelam di wilayah perairan Australia. Perairan laut di Australia jauh lebih dingin dan memiliki tingkat keasinan lebih tinggi dibandingkan perairan tropis di Indonesia. Latma Dawn dan Dusk 2018 adalah kesempatan yang luar biasa dan telah  mendukung memperkuat hubungan antara sahabat dan memperkuat hubungan bilateral, serta meningkatkan pengertian dan kerja sama. Semua peserta menantikan kesempatan untuk bertemu lagi pada kerja sama berikutnya!    07 Dusk Kookaburra 2018
 

ENGLISH VERSION

 

INDONESIA & AUSTRALIA - As with recent years, these exercises incorporated Dawn and Dusk iterations of Komodo, Griffin and Pegasus. This year, was particularly special as 2018 marked 25 years of bilateral SOF cooperation between our special forces. Dawn Komodo 2018 (DK18) was conducted, with great enthusiasm and friendship, at the Indonesian Army Special Forces Training Centre (Pusdiklatpassus), in Batujajar over the period 08-20 July 2018. With Dusk Kookaburra 2018 being conducted over 19 – 30 November di Sydney and Perth.

The Australian delegation consisted of troops from the Special Air Service Regiment (SASR), Special Operations Engineer Regiment (SOER) and Parachute Training School (PTS). Their Kopassus parters were from Unit-81 (CT), as well as Kopassus Group 1, 2 and 3. It was an excellent opportunity to share experiences and skills between elite soldiers from our two great nations. 

One extraordinary aspect was the opportunity to have Royal Australian Air Force (RAAF) C-27J Spartan support military free fall activities during DK18. We were very humbled and thankful to our TNI friends that supported and authorised this to happen this year. It was the first time that an Australian aircraft was able to land and take off from the Suparlan Airfield in Batujajar.

The focus of exercise participants from SASR and Kopassus was on counter terrorism skills. To achieve this they exchanged experiences and tactics in close quarter battle as well as sniping, approaches to targets, and a Full Mission Profile (FMP) activity incorporating combat attack dogs.

The participants from PTS worked with their Kopassus counterparts in the field of Military Free Fall (MFF), and this year benefited substantially from the availability of the C27J. To increase skills and interoperability, there were opportunities to exchange MFF experience. This commenced with ground training, progressing to the Vertical Wind Tunnel and culminating in MFF out of the C27J Spartan. The Australian participants were appreciative of the opportunity to again experience the Kopassus VWT, as that is a capability the ADF doesn’t have.

Griffin Komodo focussed on Explosive Detection Dogs (EDD) and Explosive Ordnance Disposal (EOD). This field continues to challenge our forces, there are always new technologies or methods of employing IEDs. Our forces can learn from each other in this field with each element having different experiences to share. SOER and Kopassus participants exchanged experiences and skills in employing equipment and tools including explosive disruptors, bomb suits and remote render safe skills. The EDD training focussed on increasing the capability of EDDs in detecting explosive material concealed in luggage, furniture as well as buried.

Likewise, in Australia the Kookaburra series incorporated the same themes and objectives of the Komodo series. Kopassus, SASR and SOER worked together to share skills and experiences in CQB, EOD, EDD and MFF. Also there was an opportunity to conduct some military dive training. The opportunity for Kopassus to dive in Australian marine environment was excellent. The water was much colder and has a higher salt content than the tropical waters of Indonesia. Overall both the exercises were excellent opportunities to strengthen our relationship and capacity to work together. All the participants look forward to the next opportunity to meet. 

Leave a Reply

*